MASJID KESULTANAN BACAN

Masjid ini berlokasi di desa Amasing-Bacan, masjid ini dibangun sekitar tahun 1901 masehi diatas lahan seluas 6.020 Meter persegi dengan ukuran bangunan masjid 29,9 x 24 Meter. Arsitektur pembangunan masjid ialah arsitek dari Jerman bernama Cronik Van Hendrik yang pada masa pemerintahan sultan Muhammad Sadek. Tinggi Bangunan masjid dari dasar pondasi sampai ujung kubah ialah 12,850 Meter dan terdapat satu pintu gerbang dengan 17 pintu masuk keruang masjid. Di bagian dalam terdapat 4 buah tiang Kabbah, satu buah mimbar, 1 kamar tempat sholat Sultan disebelah kanan mimbar Utama. Konstruksi bangunan menggunakan baha dasar kayu, batu, Pasir, dan kapur. Pada bagian depan masjid terdapat bangunan balai pertemuan yang dipergunakan oleh para baboto negeri untuk memebahas permasalahan peribadatan dan kemasyarakatan. Pemugaran pertama dilakukan pada tahun 1960 masehi masa pemerintahan Sultan Usman Syah, dengan melakukan penggantian atap sirap ke atap seng dan membangun lima buah corong pada dasar kubah untuk menyebarkan kumandang azan. Tahun 2001 masa pemerintahan Sultan Gahral Syah, dilakukan perluasan bangunan mencapai ukuran 12,45 x 24,15 meter. Pengurus masjid ini seluruhnya berjumlah 45 orang dengan dipimpin oleh 1 orang Qodhi dan 4 Imam. Setiap imam masing-masing membawahi 2 Khatib dan Muadzin.

Sumber: Direktori masjid Bersejarah
Departemen Agama RI
Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam
Direktorat Urusan Agama Islam dan pembiaan Syari’ah
Jakarta tahun 2008

Ada 1 anggahan

Gahral Adhyan Kamarullah, SE
Agustus 26th, 2010 at 5:05 am

Mohon Maaf, Saya komentar sedikit tentang Mesjid Kesultanan Bacan.. Mesjid itu dibangun pada masa pemerintahan SULTAN MUHHAMMAD SADIK SYAH. yaitu pada Tahun 1862 – 1889. bukan pada tahun 1901. arsiteknya pun bukan orang dari Jerman tetapi Orang Bacan Sendiri lah yang membuat mesjid tersebut. awlanya mesjid itu di buat dalam bentuk miniatur mjesjid yang terbuat dari Gabah ( Pelepah Dauan Sagu ) sehingga berbentuk mesijd. di buat beberapa kali baru Sulthan menyetujui….
tidak ada pintu gerbang dan 17 pintu masuk… tetapi Tiang pilar mesjid yang berjumlah 13 buah. dengan pengertian apa didalam islam kalau 13 ?
dengan pintu masuk berjumlah 7 buah, 3 buah menghadap arah matahari terbit.
2 buah menghadap utara, 2 buah mengahadap selatan.. semua pintu dan pilar itu ada mempunyai arti di dalam kedudukan islam itu apa ?
belum selesai mesjid itu di bangun, Sulthan pun Meninggal dan di lanjutkan pembangunan kembali oleh putranya sulthan MUHAMMAD OESMAN SYAH 1899 – 1935. dan di belakang mesjid tersebut terdapat Keramat Para Sulthan yang menandakan masa kepemimpinan para sulthan.
Balai yang di maksud itu bukan di depan tetapi di belakang disamping kuburan para sulthan ( Bukan Balai tetapi Kantor Hakim Syarah ) di bawah pimpinan Ompu Kade.
kemudian Mesjid tersebut di renofasi kembali pada tahun 1967 oleh Jogugu Husen Ali dengan susunan panita yang di beri nama BUAI ( Badan Urusan Amal Ibadah )

About halsel