Luas Wilayah Dan Kondisi Geografis

Kabupaten Halmahera Selatan sebagai daerah otonom yang baru dimekarkan dari Kabupaten Maluku Utara (sekarang Halmahera Barat) Provinsi Maluku Utara sesuai UU Nomor 1 Tahun 2003, terletak antara 1260 45’ bujur timur dan 1290 30’ bujur timur dan 00 30’ lintang utara dan 20 00’ lintang utara. Kabupaten Halmahera Selatan terletak di kawasan timur Indonesia, tepatnya berbatasan dengan : * Sebelah utara dibatasi oleh Kota Tidore Kepulauan dan Kota Ternate. * Sebelah selatan dibatasi oleh Laut Seram. * Sebelah timur dibatasi oleh Laut Halmahera. * Sebelah barat dibatasi Laut Maluku. Luas wilayah Kabupaten Halmahera Selatan adalah 40.236,72 Km2, yang terdiri dari daratan seluas 8.779,32 Km2( 22% ) dan luas lautan sebesar 31.484,40 Km2(78%). Wilayah Halmahera Selatan mempunyai 9 Kecamatan yang mencakup 194 Desa, yang terdiri dari : 1. Kecamatan Pulau Makian : 22 Desa 2. Kecamatan Kayoa : 26 Desa 3. Kecamatan Gane Timur : 14 Desa 4. Kecamatan Gane Barat: 37 Desa 5. Kecamatan Obi Selatan : 7 Desa 6. Kecamatan Obi : 13 Desa 7. Kecamatan Bacan Timur : 20 Desa Pulau terbesar di Kabupaten Halmahera Selatan adalah Pulau Obi, luas pulau yang masuk dalam Kabupaten Halmahera Selatan adalah : 3.111 Km² Pulau besar dan sedang antara lain : 1. Pulau Obi : 3,111 Km² 2. Pulau bacan : 2,053 Km² 3. Pulau Makian : 113.12 Km² 4. Pulau Kayoa : 142 Km² 5. Pualu Kasiruta : 708 Km² 6. Pulau Mandioli: 260 Km² 7. Dan sebagian Pulau Halmahera di bagian Selatan. Pulau-pulau kecil antara lain : 1. Pulau Bisa, 2. Kepulauan Gurua Ici, 3. Pulau – pulau Gane Barat, 4. Kepulauan Widi Gane Timur, dll Keadaan iklim Keadaan iklim di Daerah Kabupaten Halmahera Selatan dipengaruhi oleh besar kecilnya tekanan angin yang berasal dari laut seram dan laut maluku. Musim angin yang terjadi adalah pada musim barat atau utara dan musim selatan atau timur tenggara yang diselingi dengan dua musim pancaroba akibat dari transisi kedua musim tersebut. Pada musim barat atau utara umumnya berlangsung pada bulan Desember sampai dengan bulan Maret dan bulan April adalah masa transisi ke musim selatan atau timur tenggara dan pada saat itu biasanya diikuti dengan musim kemarau. Sedangkan musim selatan atau timur tenggara umumnya berlangsung selama enam bulan, yang berawal dari bulan Mei sampai dengan bulan Oktober. Masa transisi kemusim barat adalah pada bulan November dan biasanya terjadi musim hujan.Pada masa transisi antara bulan April dan bulan November kecepatan angin yang terjadi rata-rata 10,2 Km/Jam dengan kecepatan terbesar 14,3 Km/Jam sedangkan curah hujan yang terjadi rata-rata 1500-2500 mm/tahun dengan jumlah hari hujan 80-150 Hari. Besarnya curah hujan tersebut menurut klasifikasi Schmidt F.H. dan J.H.A. Ferguson yang menunjukan Daerah Halmahera Selatan tergolong dalam klasifikasi Tipe Iklim A dan B terkecuali daerah Saketa yang beriklim C dan daerah Laiwui yang bertipe Am (Klasifikasi Koppen). Salah satu daerah di Kabupaten Halmahera Selatan yang berada pada garis Katulistiwa yaitu Gugusan Pulau Gura Ici yang berakibat suhu udara didaerah tersebut cukup tinggi, yaitu antara 20 – 31º C sedangkan daerah-daerah lainya berada pada suhu udara 27 – 30º. Topografi Jika dilihat dari sifat permukaan dan kemiringan ( Topografi ) di Kabupaten Halmahera Selatan terdapat 4 kategori yaitu : * Tanah datar dengan kelas lereng 0-2% Seluas 107.874,05 Ha. * Tanah landai dengan kelas lereng 2-15% seluas 243.991,08 Ha. * Tanah agak curam kelas lereng 15-40% seluas 415.448,00 Ha. * Tanah curam dengan kelas lereng 40% seluas 137.144,05 Ha. Adapun Jenis Tanah yang terdapat di Kabupaten Halmahera Selatan adalah : 1. Jenis tanah kompleks terdapat padaObi bagian tengah 2. Jenis tanah latosal terdapat pada : Gane Timur, Gane Barat, dan Bacan 3. Jenis tanah regusol terdapat pada : Pulau makian, Pulau Obi pesisir utara 4. Jenis tanah aluvial terdapat pada : Pulau Obi bagian barat

Tags:

About halsel