Potensi Sumber Daya Alam Halmahera Selatan

A. Sumber Daya Darat Potensi sumberdaya darat umumnya mencakup hasil hutan, perkebunan, pertanian dan pertambangan. Sumber potensi dimaksud dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Kehutanan Luas areal hutan diwilayah Halmahera Selatan 654.414 Ha terdiri dari hutan suaka alam 38.791 Ha, hutan lindung 64.754 Ha dan hutan produksi 550.000 Ha. Kurang lebih 200 ha dari kawasan hutan produksi merupakan areal yang dapat dikonversi. Jenis kayu didominasi oleh kelompok kayu Meranti. b. Perkebunan Perkebunan Halmahera Selatan sebagian besar merupakan perkebunan rakyat yang luas arealnya 42.000 Ha dengan komoditas utama yaitu kelapa, cacao, cengkeh dan pala dengan rincian sebagai berikut : * Kelapa : 32.592 Ha dengan produksi 29.254 ton/tahun * Cacao : 3.883 Ha dengan produksi 2.484 ton/tahun * Cengkeh : 3.070 Ha dengan produksi 1.500 ton/tahun * Pala : 2.349 Ha dengan produksi 899 ton/tahun c. Pertanian Perkembangan pertanian di daerah ini mencapai luas areal 2000 Ha terdiri dari : * Padi Ladang 240 Ha dengan jumlah produksi 550 ton/tahun * Padi Sawah 100 Ha dengan jumlah produksi 40 ton/tahun * Jagung 207 Ha dengan jumlah produksi 435 ton/tahun * Ubi Kayu 797 Ha dengan jumlah produksi 7.400 ton/tahun * Ubi Jalar 230 Ha dengan jumlah produksi 3.160 ton/tahun * Kacang-kacangan 112 Ha dengan jumlah produksi 234 ton/tahun * Sayur-sayuran 100 Ha dengan jumlah produksi 1.000 ton/tahun * Buah-buhan seluas 300 ha dengan jumlah produksi ± 200 ton/tahun. d. Peternakan Perkembangan peternakan di daerah ini didominasi oleh : * Ternak Sapi 4.123 ekor dengan jumlah produksi daging 18 ton/tahun * Ternak Kambing 9.653 ekor dengan jumlah produksi daging 10 ton/tahun * Ternak Unggas 99.000 ekor dengan jumlah produksi 26 ton/tahun e. Pertambangan Bahan-bahan galian tambang yang terdapat di Kabupaten Halmahera Selatan menurut jenis bahan galian adalah Sbb : * Emas berlokasi di Bacan, Obi dan Kayoa sampai saat ini belum dikelola * Besi berlokasi di Pulau Obi sampai saat ini belum dikelola * Batu Bara berlokasi di desa Goro-goro (Bacan Timur), Dobo, Air Sobesi Kec. Obi, Gunung Sabale ( P. Makian ) sampai saat ini belum dikelola. * Nikel berlokasi di Mala-mala, Loji dan Kawasi Kecamatan Obi belum dikelola. Selain itu terdapat juga hasil tambang berupa batu-batuan yang terkenal disebut Batu Bacan, hal ini karena Batu ini hanya terdapat di Pulau Bacan, Batu ini warnanya mirip Batu Giok, walaupun memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan, tetapi potensi hasil tambang inipun belum dapat dikelola secara optimal karena faktor modal usaha dan peralatan yang belum memadai. Di kota Labuha terdapat dua puluh dua pengrajin Batu Bacan B. Sumber Daya Laut a. Perikanan Laut Berdasarkan luas wilayah laut Kabupaten Halmahera Selatan adalah 31 .484,40 Km2 ( 78 % ) dari wilayah hukum, maka menurut perkiraan memiliki potensi sumber daya perikanan berupa standing stock sebesar 100.750,08 ton/tahun dengan Maximum Sustanable Yield ( MSY ) sebesar 50.375,04 ton/tahun terdiri dari jenis ikan Palugis dan Dumersal serta jenis biota Laut lainnya (bukan ikan). Perkiraan potensi sumber daya perikanan yang tersedia, dengan dilihat pada tingkat pemanfaatan dari tahun ke tahun potensi sumberdaya tersebut masih sangat besar untuk dikembangkan dalam pengoploitasiannya, sesuai dengan data pada tahun 2002, pemanfaatan potensi lestari baru mencapai 29 % yang didominasi oleh perikanan tangkap pelagis besar dan kecil khususnya Tuna, Cakalang, Teri dan Layang. b. Potensi Budidaya Laut Luas wilayah budidaya laut diperkirakan ± 30.050 Ha, mengingat Kabupaten Halmahera Selatan adalah daerah Kepulauan dengan garis pantainya yang panjang. Jenis komoditi yang telah dikembangkan adalah ; Kerapu, Kakap, Napoleon Wrase, Mutiara, Teripang dan Rumput Laut. c. Potensi Budidaya Air Payau / Tambak Luas areal yang dapat dimanfaatkan ± 15% dari luas areal hutan bakau dengan perkiraan ± 29.923,3 Ha dan sampai saat belum dimanfaatkan. d. Potensi Budidaya Air Tawar Potensi Budidaya Ikan Air Tawar dengan luas areal ± 750 Ha, dimanfaatkan baru;, 0,5 %. Untuk Komoditinya adalah : Ikan Mas dan Nila sedangkan lainnya belum dikembangkan. e. Komoditi Unggulan Ikan Pelagis Besar Ikan pelagis besar merupakan salah satu komoditi andalan Kabupaten Halmahera Selatan dan merupakan komoditi export, yang jenisnya adalah; Tuna (Thunnis Spp), Cakalang (Katsuwonus pelamis), Tenggiri (Sconberanurus Spp) dan Layaran (Inshiophorus Spp) dan lain-lain. Ikan Pelagis Kecil Ikan Pelagis Kecil adalah jenis ikan yang banyak tertangkap karena sebagian besar nelayan menggunakan sarana tersebut selain mudah didapat dan resikonya kecil. Jenis-jenis yang tertangkap adalah ; Layang (Decapterus Spp), Kembung (Restrelliger Spp), Teri (Stolephorus Spp), Selar (Selaroides Spp), Julung-julung (Hemirhamphus far). Dan lain-lain Ikan Demersal dan Ikan Karang Perairan Kabupaten Halmahera Selatan dengan substrat lumpur berpasir dan mempunyai kawasan terumbu karang yang sangat luas sehingga dapat didiami beberapa jenis ikan seperti, Kakap merah (Lunjanis altifrontalis), Lencam (Lethrinudae), Beronang (Siganus spp), Nepleon wrase (Cheilinus undulatus), Krapu Bebek (Cromileptes altivelis), Kerapu (Epinephelus spp), dimana tingkat pemanfaatannya masih kecil. Ikan Hias Jenis komoditi ikan yang tidak kalah menarik dengan jenis komoditi lain adalah ikan hias, ada beberapa jenis yang dapat dimanfaatkan antara lain, Angkle Fish (Pamacartidae), Ikan Bendera (Zantidae), Ikan Kepe-kepe (Chaetoddutidae) dan lain-lain. Teripang Sesuai dengan habitat dan daerah penyebarannya hampir seluruh perairan Kabupaten Halmahera Selatan terdapat jenis-jenis teripang yang bernilai ekonomis penting,diantaranya seperti, Teripang Susu, Teripang Kasur, Teripang Kapak, Teripang Game dan lain-lain. Kepiting Penyebaran kepiting yang mendiami Hutan Bakau ada bebera[a jenis yakni Kepiting Rajungan dan Kepiting Bakau dan tersebar dibeberapa kecamatan seperti Kecamatan Bacan, Kayoa, Gane Barat dan Gane Timur, yang pemasarannya masih untuk konsumsi lokal dan baru sebagian kecil untuk pemasaran interseluler. Ubur-Ubur / Jelly Fish Ubur-ubur atau dikenal dengan Jelly Fish banyak terdapat pada perairan Bacan. Beberapa jenis ubur-ubur seperti jenis putih dan merah, kebanyakan diolah oleh nelayan lokal dan selanjutnya dipasarkan ke luar daerah. Cumi-Cumi Cumi-cumi di Perairan Bacan merupakan salah satu komoditi eksport yang sangat menjanjikan, jenis-jenisnya seperti jenis Pena/Jarum dan botol (Loligo spp). Produksinya masih sebatas konsumsi lokal. C. Potensi Pariwisata Terdapat peninggalan benda bersejarah dari Kesultanan Bacan yang sampai saat ini masih dapat kita jumpai yakni Keraton, Mesjid Sultan dan Mahkota Sultan selain itu terdapat sebuah benteng pertahanan peninggalan bangsa Portugis dan Belanda yaitu Benteng Barnevald. Selain wisata sejarah, potensi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Halmahera Selatan adalah wisata bahari seperti : * Pantai Kupal dan Pantai Nusa Ra di Kecamatan Bacan, * Pantai Tawa di Kecamatan Bacan Timur, * Pantai Bobane Woka di Kecamatan Bacan Barat, * Pantai Ake Rica di Kecamatan Obi, * Pantai Oci Malako di Kecamatan Obi Selatan, * Pantai Koititi di Kecamatan Gane Barat, * Kepulauan Gura Ici di Kecamatan Kayoa, * Kepulauan Widi di Kecamatan Gane Timur, * Pantai Pawase di Kecamatan Makian serta pulau-pulau kecil yang tersebar di pesisir selatan Pulau Halmahera.

Tags:

About halsel